ASSA Targetkan Pendapatan Tumbuh 5%-10% Tahun Ini

ASSA Targetkan Pendapatan Tumbuh 5%-10% Tahun Ini
PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA). (Foto: NET)

JAKARTA – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menetapkan target pertumbuhan kinerja yang konservatif sepanjang tahun ini. Keputusan tersebut diambil sebagai respons atas tingginya ketidakpastian kondisi makroekonomi yang terus berlanjut selama tahun 2026.

Direktur ASSA, Jerry Fandy, menyampaikan bahwa perusahaan mematok target pertumbuhan pendapatan di kisaran single digit, yakni 5% hingga 10%. Sementara itu, untuk laba bersih, perusahaan optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan double digit.

"Untuk tahun 2026, karena mempertimbangkan kondisi yang masih banyak uncertainty-nya, kami put pendapatan atau top line kami itu growth single digit, mungkin 5%-10%. Sedangkan untuk laba bersih kami masih bisa berharap, kami masih bisa menargetkan double digit, tapi mungkin double digit kecil," ujar Jerry dalam paparan publik secara virtual, Rabu (17/6/2026).

Guna merealisasikan target tersebut, ASSA mengandalkan pertumbuhan dari segmen logistik yang diproyeksikan melonjak hingga high double digit. Sebaliknya, untuk lini bisnis rental kendaraan dan jual beli mobil bekas, perusahaan menetapkan target yang lebih terbatas.

Dalam bisnis rental, perusahaan memilih untuk bersikap lebih waspada dengan terus memantau dinamika pasar. Sementara pada sektor jual beli mobil bekas, pasar otomotif roda empat dinilai masih berada dalam fase kontraksi, meskipun sempat menunjukkan sinyal perbaikan pada bulan terakhir.

"Untuk pilar yang lain, tahun ini kami tend to be conservative. Jadi kami mungkin flat, kami target flat atau stable," imbuhnya.

Terkait belanja modal (capital expenditure atau capex), ASSA mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,5 triliun untuk tahun ini. Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan armada baru guna menunjang bisnis rental dan logistik. 

Selain itu, investasi juga disalurkan untuk pengembangan infrastruktur operasional, seperti pembelian aset tanah dan bangunan.

Pendanaan capex tersebut sebagian besar diperoleh melalui fasilitas pinjaman bank yang dimiliki perseroan. Sebagai informasi, hingga kuartal I-2026, ASSA berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 1,53 triliun, tumbuh 11% dari Rp 1,38 triliun pada periode yang sama tahun lalu. 

Namun, dari sisi bottom line, laba bersih ASSA tercatat menurun 5% menjadi Rp 239 miliar, dari sebelumnya Rp 252 miliar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index