Satgas Percepat Infrastruktur Permanen di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Satgas Percepat Infrastruktur Permanen di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian. (Foto: NET)

JAKARTA – Perkembangan positif terus terlihat dalam proses pemulihan pascabencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Setelah layanan dasar bagi masyarakat berangsur normal, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera kini mengalihkan fokus pada tahap pemulihan permanen, dengan penekanan khusus pada penguatan infrastruktur yang masih berstatus fungsional.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyatakan bahwa prioritas utama ke depan adalah memastikan pembangunan infrastruktur permanen dilaksanakan lebih cepat dan terarah, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas secara normal dan aman kembali. 

Ia menjelaskan bahwa prioritas penanganan segera mencakup jalan serta jembatan nasional maupun daerah.

“Jalan daerah yang belum banyak tersentuh itu harus dikerjakan, entah oleh pemerintah daerah (pemda) atau diambil alih oleh pusat,” ujar Tito, Jumat (19/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Tito usai memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Tim Pengarah Satgas PRR Pascabencana Sumatera di Jakarta, Kamis (18/6/2026). Tito mengungkapkan bahwa berbagai indikator menunjukkan progres pemulihan yang positif. 

Layanan pemerintahan telah beroperasi, roda ekonomi masyarakat mulai kembali berputar, dan kebutuhan penanganan darurat terus menyusut seiring dengan membaiknya kondisi di berbagai lokasi terdampak.

Di bidang kesehatan, seluruh rumah sakit yang terdampak di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar telah beroperasi kembali sepenuhnya. Layanan puskesmas pun terus ditingkatkan agar akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap terjaga dengan baik.

Kemajuan serupa juga tercatat di sektor pendidikan. Sebagian besar dari ribuan sekolah yang terdampak kini telah digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar. 

Meski masih ada beberapa sekolah yang harus memanfaatkan fasilitas darurat atau dalam proses relokasi, upaya perbaikan terus dijalankan agar siswa dapat menimba ilmu di lingkungan yang lebih aman dan layak.

Terkait pembangunan hunian sementara (huntara), progresnya telah mendekati rampung. Data terbaru dari Satgas PRR mencatat sebanyak 20.104 unit huntara telah berdiri, atau sekitar 97 persen dari total kebutuhan sebanyak 20.674 unit.

“Laporan dari rapat Selasa lalu, para bupati terutama Aceh Timur kemudian di Aceh Utara menyatakan tidak ada lagi yang tinggal tenda termasuk Aceh Tamiang,” ungkap Tito.

Pemulihan infrastruktur dasar juga menunjukkan hasil yang signifikan. Jalan dan jembatan nasional telah kembali berfungsi. 

Selain itu, pasokan bahan bakar, operasional stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), jaringan listrik, hingga aktivitas pasar rakyat di sebagian besar daerah terdampak kini sudah berjalan normal dalam melayani kebutuhan masyarakat.

Tito menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut menjadi fondasi krusial untuk memasuki tahapan pemulihan permanen. 

Dengan mempercepat pembangunan jalan, jembatan, serta infrastruktur pendukung lainnya, pemerintah memastikan bahwa masyarakat terdampak tidak hanya sekadar pulih, tetapi juga memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi potensi risiko bencana di masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index