JAKARTA - Menjadi seorang bapak muda membuat saya enggan merasa repot saat bepergian ke mana pun, termasuk sewaktu menghadiri gelaran konser musik.
Walau begitu, saya tetap mempunyai keinginan untuk mendokumentasikan penampilan musisi di atas panggung dengan kualitas yang oke.
Saya ingin mewujudkannya hanya lewat ponsel pintar, tanpa perlu repot menjinjing alat tambahan lainnya. Kehadiran Samsung Galaxy S26 Ultra pun menjadi solusi yang tepat atas kebutuhan tersebut.
Gawai ini dipersenjatai oleh konfigurasi kamera yang tergolong amat mumpuni untuk mengabadikan momen konser. Spesifikasinya meliputi kamera utama berkekuatan 200 MP, kamera telefoto 10 MP yang mendukung perbesaran optis 3x, kamera telefoto berarsitektur periskop 50 MP dengan kemampuan perbesaran optis 5x, serta lensa ultrawide beresolusi 50 MP.
Perpaduan sepasang kamera telefoto pada ponsel pintar ini memberikan kemudahan sekaligus kebebasan bagi saya dalam membidik foto maupun video dari jarak jauh sewaktu menonton konser Cortis pada pekan lalu.
Ketika pertunjukan berjalan, saya hanya perlu menggeser atau menekan opsi perbesaran ke angka 5x atau 10x pada aplikasi kamera demi memperoleh visual panggung yang lebih dekat. Sewaktu konser berlangsung, posisi berdiri saya sebenarnya terhitung amat jauh karena berada di barisan paling belakang area festival.
Kendati demikian, jarak tersebut tidak menjadi kendala sebab performa kamera telefoto di ponsel ini tetap andal dalam menangkap aksi para personel Cortis. Di sisi lain, apabila ingin mengabadikan atmosfer panggung sekaligus kepadatan penonton, saya tinggal memanfaatkan lensa utama atau lensa ultrawide melalui satu ketukan instan.
Lantaran status saya sebagai seorang bapak yang menyukai kepraktisan, saya sengaja tidak menggunakan mode Pro Video saat mengabadikan momen fancam tersebut.
"Dengan mode Auto saja, kami sudah bisa merekam suasana konser yang biasanya gelap di belakang, namun terang di panggung."
Langkah yang saya lakukan cukup dengan mengetuk area viewfinder pada kamera, lalu menyelaraskan tingkat exposure demi mengatur sensitivitas kamera terhadap intensitas cahaya di sekitar lokasi. Setelan pencahayaan ini pun dapat dikunci secara permanen dengan menekan simbol gembok yang muncul di permukaan layar.
Kepraktisan dalam mendokumentasikan keseruan konser ini kian maksimal berkat adanya teknologi penstabil gambar optis (OIS) yang tertanam pada kamera telefoto. Fitur ini memegang peran penting dalam meminimalkan efek guncangan saat proses perekaman video berjalan.
Terlebih lagi, perangkat ini sudah menunjang pembuatan video dengan resolusi tinggi hingga format 8K, serta format 4K dengan kecepatan mencapai 120 fps yang diperkuat HDR10 Plus demi mendongkrak kualitas visual yang lebih superior.
Bagi yang penasaran dengan hasil rekaman video saya, tayangan tersebut dapat langsung disaksikan melalui unggahan konten Instagram Reels KompasTekno.