Titiek Soeharto Resmikan Revitalisasi Gudang Bulog

Titiek Soeharto Resmikan Revitalisasi Gudang Bulog
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto “Titiek Soeharto”. (Foto: NET)

JAKARTA — Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto “Titiek Soeharto” menyatakan bahwa perbaikan gudang Perum Bulog warisan era Presiden Soeharto dilakukan demi meningkatkan daya tampung beras. Langkah ini diambil agar sarana tersebut mampu memuat lebih banyak hasil panen dengan mutu yang selalu aman.

“Kami meninjau langsung kondisi stok beras dan gula di daerah guna memastikan kecukupan pasokan serta kualitas komoditas yang dikelola Bulog,” kata Titiek usai meresmikan gudang Bulog berkapasitas 3.500 ton yang selesai direvitalisasi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (3/7/2026).

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan di lapangan, ketersediaan beras di gudang Bulog Kalimantan Selatan berada dalam kondisi aman. Di samping mempunyai stok gula yang cukup, Bulog pun sudah menyerap beras dari para petani untuk diolah terlebih dahulu sebelum disalurkan kepada warga.

Titiek mengadakan kunjungan kerja ke Kalsel yang dipadukan dengan peresmian proyek revitalisasi gudang Bulog di Kalimantan Selatan. Agenda ini menjadi bagian dari rencana pembaruan infrastruktur logistik penyimpanan.

“Revitalisasi diharapkan meningkatkan kapasitas tampung gudang sehingga dapat menyimpan lebih banyak beras dengan kualitas yang tetap terjaga,” katanya.

Titiek memaparkan bahwa mayoritas gudang Bulog yang tersebar di pelbagai wilayah merupakan bangunan peninggalan masa pemerintahan Presiden Soeharto yang umurnya sudah berkisar 45 tahun. Kendati masih dipakai sampai sekarang, tempat penyimpanan itu membutuhkan renovasi supaya tetap bisa menunjang proses penyimpanan beras secara maksimal.

Dia mengutarakan, Bulog bakal memperbaiki sekitar 81 gudang di bermacam-macam wilayah Indonesia, termasuk satu unit di Kalimantan Selatan yang baru saja diresmikan, sebagai wujud nyata dalam menyokong swasembada pangan nasional.

“Kami berharap pembaruan tersebut membuat kapasitas penyimpanan semakin besar sehingga pengelolaan beras menjadi lebih baik dan kualitasnya tetap terjaga,” ujar Titiek Soeharto.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index