70 Juta Lansia pada 2045, Bank Mantap Siapkan Ekosistem Kesehatan

70 Juta Lansia pada 2045, Bank Mantap Siapkan Ekosistem Kesehatan
PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) tengah merancang beragam strategi guna mengantisipasi lonjakan populasi penduduk lanjut usia (lansia) dalam dua puluh tahun ke depan. Perubahan struktur demografi di Indonesia yang menuju aging society diproyeksikan bakal memicu pergeseran kebutuhan layanan keuangan yang berbeda dari kondisi saat ini.

Direktur Utama Bank Mantap Panji Irawan mengungkapkan bahwa jumlah senior citizen di tanah air saat ini sudah menyentuh kisaran 35 juta jiwa atau sekitar 12,3% dari total seluruh penduduk. Angka ini diprediksi melonjak hingga 50 juta jiwa pada tahun 2030, lalu melesat hingga mencapai 60—70 juta jiwa di tahun 2045. 

Fenomena inilah yang melandasi pemegang saham memberikan mandat kepada Bank Mandiri Taspen untuk fokus menjadi lembaga keuangan yang melayani kelompok usia lanjut.

“Stakeholders menginginkan ada satu bank yang dalam naungan bank milik negara, bank milik pemerintah, yang spesifik mengurusi mengenai senior citizen. Itulah kami,” kata Pandji dalam Media Gathering di Ubud, Bali, Jumat malam (3/7/2026).

Menurut Panji, sektor industri perbankan mau tidak mau harus bergegas bersiap menghadapi pergeseran demografi tersebut. Kebutuhan finansial para lansia di masa mendatang dinilai tidak akan lagi sebatas pada penyaluran kredit pensiun saja. Layanan perbankan ke depan harus mampu menyokong dan menjaga kualitas hidup para nasabah setelah melewati masa purnabakti.

Sebagai tahapan awal, Bank Mandiri Taspen kini sedang mematangkan ekosistem layanan digital. Langkah ini ditujukan agar para pensiunan tidak perlu terus-menerus mendatangi kantor cabang fisik saat melakukan autentikasi sebelum mencairkan dana pensiun mereka. Proses tersebut nantinya bakal dipermudah melalui pemanfaatan aplikasi Movin by Bank Mandiri Taspen.

Bukan hanya fokus pada digitalisasi, Bank Mantap pun membuka kesempatan untuk mematangkan ekosistem komprehensif bagi nasabah senior. Upaya ini diwujudkan lewat kolaborasi bersama pihak rumah sakit, perusahaan asuransi kesehatan, serta lewat penawaran produk-produk finansial baru yang dirancang khusus sesuai keperluan warga lansia.

Panji menjelaskan bahwa pihaknya juga mempelajari berbagai pola pelayanan lansia yang sudah berjalan di mancanegara. Sepanjang selaras dengan regulasi resmi yang berlaku, konsep-konsep tersebut bakal diserap dan diterapkan ke dalam sistem Bank Mantap, termasuk lewat jaringan digital. 

Peningkatan jumlah lansia dinilai bakal memicu pertumbuhan bisnis penunjang lain, seperti kawasan hunian khusus lansia hingga fasilitas medis yang menangani penyakit degeneratif seperti demensia.

Di dalam ekosistem baru tersebut, Bank Mantap berkomitmen mengambil peran strategis sebagai penyalur pembiayaan, penyedia sistem pembayaran, serta penopang finansial bagi semua pihak yang bergerak di bidang pelayanan lansia.

“Inilah masa di mana kami sama-sama secara industri untuk mempersiapkan masa-masa seperti itu,” pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index