JAKARTA - Dana Pensiun Lembaga Keuangan Sinarmas Asset Management (DPLK SAM) menilai bahwa pasar dana pensiun di masa depan masih sangat luas dan menjanjikan.
Menurut Syarifudin Yunus selaku Ketua Dewan Pengawas DPLK SAM, besarnya potensi ini tampak dari tingginya jumlah masyarakat yang belum terdaftar dalam program pensiun, terutama para pekerja di sektor informal.
"Berdasarkan data saat ini, 152 juta pekerja di Indonesia, 60%-nya ada di sektor informal, berarti 90 juta orang. Namun, peserta dana pensiun masih sedikit. Jadi, kalau bicara proyeksi, tentu bicara soal penetrasi dan potensinya sangat besar," ujarnya saat konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026).
Sebagai informasi, catatan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan angka kepesertaan dana pensiun gabungan baru menyentuh 30,11 juta orang hingga April 2026.
Walau potensinya terbuka lebar, Syarifudin menjelaskan bahwa minimnya literasi masyarakat terkait urgensi dana pensiun masih menjadi hambatan utama dalam mendongkrak jumlah kepesertaan.
"Orang masih tidak sadar harus mempersiapkan masa pensiun atau hari tuanya. Bahkan, keluar juga riset-riset yang menyatakan pensiunan Indonesia jatuh miskin di hari tua," tuturnya.
Oleh sebab itu, Syarifudin menekankan pentingnya pelaksanaan edukasi yang masif mengenai kegunaan tabungan pensiun, terkhusus untuk generasi muda saat ini.
Di samping edukasi, ia juga menyebutkan perlunya kemudahan akses layanan dana pensiun bagi masyarakat melalui inovasi digital. Faktor inilah yang mendorong DPLK SAM memfokuskan strategi penjaringan peserta lewat aplikasi SimPensiun.
"Gen Z sekarang populasi paling besar di Indonesia. Mudah-mudahan dengan adanya SimPensiun bisa terbukti bahwa Gen Z menabung buat hari tuanya," ungkapnya.
Langkah tersebut didukung oleh Ketua Pengurus DPLK SAM, Stephanus Rudi Ok, yang sepakat bahwa ceruk pasar dana pensiun masih sangat lapang, termasuk pada kategori pekerja mandiri atau informal. Atas dasar itu, DPLK SAM ikut membidik kelompok pekerja informal tersebut selain generasi muda.
"Diharapkan dengan aplikasi yang disiapkan kami dan strategi investasi kami, akan memudahkan pekerja sektor informal untuk memiliki akses sebagai peserta dana pensiun," ucapnya.
Mengenai target bisnis, DPLK SAM membidik perolehan dana kelolaan sebesar Rp 150 miliar pada tahun 2026. Target tersebut dipatok meningkat menjadi Rp 220 miliar di tahun 2027, serta diharapkan mampu menembus Rp 324 miliar pada tahun 2028.
Adapun untuk target jumlah peserta, DPLK SAM mengincar 15.000 peserta pada tahun ini dan memproyeksikan pertumbuhan hingga 20.000 peserta pada tahun 2028.