Menko PM Sebut Model Pemberdayaan PNM Layak Diduplikasi secara Nasional

Menko PM Sebut Model Pemberdayaan PNM Layak Diduplikasi secara Nasional
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar berpandangan bahwa sistem pemberdayaan yang diterapkan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sangat pantas untuk diimplementasikan secara lebih luas ke seluruh wilayah Indonesia, mengingat keberhasilannya dalam menciptakan kemandirian ekonomi bagi warga.

"PNM menjadi model yang sangat bagus, menjadi model yang sangat luar biasa bagi pola pemberdayaan yang bisa diduplikasi, dibikin baik di berbagai tempat, di berbagai lembaga yang mengikuti model ini," katanya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (10/7/2026). 

Pernyataan tersebut ia sampaikan sewaktu melakukan kunjungan kerja ke Kantor PNM cabang Denpasar, Bali.

Bagi dirinya, rekam jejak PNM selama 27 tahun berkiprah merupakan modal krusial bagi pihak pemerintah dalam memperkokoh program pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional.

Ia menjelaskan bahwa visi yang diusung oleh Kemenko PM selaras dengan metode yang diaplikasikan oleh PNM, yakni menyelenggarakan pemberdayaan yang tidak sekadar mendongkrak kesejahteraan warga, melainkan juga sanggup menghadirkan ekosistem usaha yang sehat serta berkelanjutan.

"Di situlah hakikat pemberdayaan, ialah bagaimana tumbuh bersama untuk menjadi pribadi atau manusia-manusia yang mandiri, merintis dan mengembangkan potensi diri dan lingkungannya untuk tumbuh menjadi pelaku ekonomi yang produktif," kata Muhaimin Iskandar.

Ia memaparkan bahwa pihak pemerintah bertekad menggeser paradigma pembangunan yang semula berupa bantuan karitatif menjadi bentuk pemberdayaan yang mampu memberikan efek positif dalam jangka panjang.

Menurut pandangannya, tiap rupiah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) wajib memberikan faedah yang sanggup mendongkrak produktivitas warga.

Ia menganggap metode semacam ini bernilai kian krusial di tengah situasi ekonomi global yang saat ini dipenuhi dengan berbagai tantangan.

Oleh sebab itu, negara Indonesia wajib memperkokoh kedaulatan ekonomi lewat eskalasi sektor usaha rakyat.

"Di sisi yang lain, secara realitas yang kami hadapi kami tidak bisa lagi bergantung kepada siapa pun termasuk pasar, pasar global, pasar regional, pasar, pasar geo-ekonomi, tidak bisa lagi diharapkan kecuali kami membangun kemandirian," kata Muhaimin Iskandar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index