KERAMAS

Cara Keramas Benar Menurut Hair Stylist Cegah Rambut Rontok

Cara Keramas Benar Menurut Hair Stylist Cegah Rambut Rontok
Cara Keramas Benar Menurut Hair Stylist Cegah Rambut Rontok

JAKARTA - Banyak orang menganggap keramas hanyalah rutinitas dasar yang tidak membutuhkan perhatian khusus. Padahal, kebiasaan mencuci rambut memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan rambut dan kulit kepala. Cara keramas yang keliru bisa memperparah masalah, mulai dari rambut kusam hingga kerontokan yang makin parah.

Rambut rontok sendiri sering kali dipicu oleh berbagai faktor, seperti stres, kondisi hormon, hingga kesalahan dalam perawatan harian. Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah teknik keramas yang tidak tepat. Rambut yang seharusnya menjadi bersih dan segar justru menjadi rapuh dan mudah patah.

Hair stylist senior menegaskan bahwa keramas seharusnya tidak sekadar membersihkan rambut dari kotoran, tetapi juga menjaga kekuatan helai rambut. Dengan teknik yang benar, risiko rambut rontok bisa diminimalkan dan rambut pun terlihat lebih sehat.

Memahami Fungsi Keramas bagi Rambut

Keramas merupakan langkah paling dasar dalam perawatan rambut. Saat keramas, minyak berlebih, kotoran, dan sisa produk styling dibersihkan dari kulit kepala dan batang rambut. Namun, proses ini juga membuat kutikula rambut terbuka sementara.

Karena itu, penting untuk melakukan keramas dengan cara yang lembut dan terkontrol. Terutama bagi mereka yang memiliki masalah rambut rontok atau kulit kepala sensitif, teknik keramas yang salah justru bisa memperburuk kondisi rambut.

Menurut hair stylist senior, perhatian terhadap detail kecil saat keramas sangat menentukan hasil akhir kesehatan rambut.

Cara Menggunakan Sampo dengan Tepat

Cara keramas yang benar dimulai dari pemilihan dan penggunaan sampo. Selain memilih varian yang sesuai dengan permasalahan rambut, penting untuk tidak langsung menuangkan sampo ke kulit kepala.

Untuk menghindari iritasi, sampo sebaiknya diusapkan terlebih dahulu di telapak tangan hingga berbusa. Setelah itu, baru diaplikasikan secara merata ke rambut dan kulit kepala. Cara ini membantu mengurangi gesekan langsung antara sampo pekat dan kulit kepala.

Memijat kulit kepala pun harus dilakukan dengan lembut menggunakan ujung jari, bukan kuku. Gerakan memijat yang terlalu keras dapat melemahkan akar rambut dan meningkatkan risiko kerontokan.

Peran Air dan Waktu Menyisir Rambut

Pemilihan suhu air saat keramas juga memegang peranan penting. Hair expert Firman, dalam acara Lavojoy “Repair Me Now: The Ultimate Hair Rescue”, menyarankan penggunaan air dingin saat keramas.

“Air hangat bisa dipakai agar sisa sampo lebih cepat bersih. Untuk dibilas pakai air dingin untuk lebih bersinar dan bouncy,” ujarnya. Air dingin membantu menutup kutikula rambut sehingga rambut tampak lebih halus dan berkilau.

Selain itu, kebiasaan menyisir rambut dalam kondisi basah sebaiknya dihindari. Rambut yang masih basah berada dalam kondisi paling lemah. Untuk mencegah rontok, rambut sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu sebelum disisir agar lebih kuat saat ditata.

Perawatan Tambahan agar Rambut Lebih Kuat

Untuk perawatan ekstra setelah keramas, penggunaan serum rambut bisa menjadi pilihan. Serum membantu melindungi rambut dari patah dan rontok jika digunakan dengan benar.

Hair expert menyarankan serum diaplikasikan pada tiga perempat bagian rambut, bukan di kulit kepala, agar tidak menimbulkan kesan berminyak. “Karena rambut di bagian atas kepala masih mendapatkan nutrisi dari tubuh,” jelasnya.

Langkah ini membantu menjaga kelembapan batang rambut tanpa membebani akar rambut.

Teknik Mengeringkan Rambut yang Disarankan

Mengeringkan rambut setelah keramas juga tidak kalah penting. Hair expert menyarankan penggunaan alat panas setiap selesai keramas, bukan membiarkan rambut kering sendiri terlalu lama.

Saat mengeringkan, sebaiknya dimulai dari bagian belakang atau bawah rambut terlebih dahulu karena area tersebut biasanya paling sulit kering. Teknik ini membantu rambut kering secara merata.

“Saran saya adalah pakai alat panas biar kutikulanya bisa merapat kembali karena terkena panas. Setelah keramas kutikula terbuka untuk bisa tertutup lagi dan memberi daya rekat harus di-hair dryer sehingga lebih tidak mudah rontok,” ungkap Firman yang telah bekerja sebagai hair stylist selama 26 tahun.

Mengatur Suhu untuk Rambut Lebih Bouncy

Untuk mendapatkan tampilan rambut yang terlihat bouncy dan tidak kaku, pengaturan suhu hair dryer sangat dianjurkan. Rambut dapat dikeringkan dengan udara hangat terlebih dahulu, kemudian diakhiri dengan udara dingin.

Perpaduan suhu ini membantu menjaga bentuk rambut agar tetap lentur sekaligus menutup kutikula rambut dengan optimal. Hasilnya, rambut terlihat lebih hidup dan tidak mudah lepek.

Keramas sebagai Investasi Kesehatan Rambut

Keramas bukan sekadar rutinitas membersihkan rambut, melainkan bagian penting dari investasi jangka panjang kesehatan rambut. Dengan teknik yang tepat, risiko rambut rontok dapat ditekan dan rambut pun lebih kuat dari akar hingga ujung.

Memperhatikan cara menggunakan sampo, suhu air, waktu menyisir, hingga teknik mengeringkan rambut adalah langkah sederhana yang bisa membawa perubahan besar. Rambut yang dirawat dengan benar akan lebih tahan terhadap kerusakan dan tampak lebih sehat setiap hari.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index