Jelang Harganas 2026, Layanan KB Pascapersalinan di Denpasar Dioptimalkan

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:15:32 WIB
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. (Foto: NET)

JAKARTA – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka memastikan optimalisasi pelayanan Keluarga Berencana (KB) pascapersalinan di Denpasar, Bali, menjelang peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 pada 29 Juni.

Langkah ini diambil Isyana sekaligus untuk memacu penggunaan kontrasepsi pascapersalinan sebagai upaya nyata mewujudkan keluarga berkualitas.

"Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap keluarga itu terencana. Melalui pengaturan jarak kehamilan, seorang ibu bisa lebih fokus memberikan ASI eksklusif selama enam bulan kepada bayinya dan dilanjutkan hingga usia dua tahun," ujar Isyana dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Oleh karena itu, Isyana menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong pemanfaatan metode kontrasepsi pascapersalinan, khususnya metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang dinilai aman serta efektif bagi para ibu.

Isyana turut memberikan apresiasi atas tingginya kesadaran warga Kota Denpasar dalam memanfaatkan layanan KB, terutama pelayanan kontrasepsi pascapersalinan. 

Antusiasme para akseptor terlihat jelas dari kesediaan mereka datang secara sukarela untuk mendapatkan layanan kontrasepsi, termasuk ibu yang baru satu hari pascamelahirkan dan langsung memilih menggunakan alat kontrasepsi guna merencanakan kehamilan berikutnya.

Melalui penguatan pelayanan KB pascapersalinan yang didukung sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, serta praktik bidan mandiri, Kemendukbangga berharap akses masyarakat terhadap layanan KB kian meningkat.

"Upaya ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, terencana, dan berkualitas sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045," ucap Isyana.

Di sisi lain, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Ni Luh Gede Sukardiasih menilai penguatan pelayanan KB pascapersalinan merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan pembangunan kependudukan di Kota Denpasar.

Berdasarkan Pendataan Keluarga Tahun 2025 (PK 25), Angka Kelahiran Total (TFR) Kota Denpasar tercatat sebesar 1,79 dengan capaian Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) sebesar 49,7 persen.

"Optimalisasi peran fasilitas kesehatan dan praktik bidan mandiri perlu terus diperkuat untuk meningkatkan kepesertaan KB di Kota Denpasar," ucap Ni Luh.

Terkini