Timwas Haji Laporkan Evaluasi Perbaikan Penyelenggaraan Haji 2026

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:18:31 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto: NET)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Tim Pengawas (Timwas) Haji serta sejumlah menteri, termasuk Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak, di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Rabu sore.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan komprehensif terkait pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.

“Bapak Presiden hari ini ada beberapa agenda, yang pertama adalah memenuhi permohonan dari Komisi VIII, dan sekaligus dari Tim Pengawas Haji dan dari Kementerian Haji untuk melaporkan pelaksanaan haji kami tahun 2026 ini,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat menjawab pertanyaan awak media di gerbang utama Padepokan Garuda Yaksa, Kabupaten Bogor, Rabu sore.

Para anggota Timwas Haji dan sejumlah menteri telah tiba di Padepokan Garuda Yaksa sejak pukul 14.30 WIB.

Di lokasi yang sama, Wamenhaj Dahnil menjelaskan bahwa Presiden Prabowo ingin menyimak hasil evaluasi serta berbagai perbaikan yang telah diterapkan sepanjang pelaksanaan haji tahun ini.

“Ada sekitar 20 poin perbaikan yang kita lakukan, dan itu nanti akan disampaikan kepada Bapak Presiden. Catatan Bapak Presiden adalah mimpi sebagian besar umat Islam itu harus dilaksanakan dengan baik, dan hari ini kami ingin laporkan pelaksanaan haji tersebut,” ucap Dahnil.

Sebelumnya, Dahnil mengungkapkan bahwa Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menghimpun sejumlah catatan evaluasi, seperti mobilisasi jamaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), serta kebijakan istitha'ah kesehatan.

“Tentu banyak evaluasi, ini tahun pertama Kementerian Haji dan Umrah melaksanakan penyelenggaraan haji secara langsung, ada beberapa catatan penting terutama nanti terkait pergerakan di Armuzna dan kedua tentang istitha'ah kesehatan,” kata Dahnil Anzar.

Dahnil menambahkan bahwa pola penugasan petugas selama pergerakan jamaah di Armuzna akan dibenahi agar layanan menjadi lebih intens. 

Selain itu, kebijakan istitha'ah kesehatan menjadi perhatian krusial menyusul masih tingginya angka kematian jamaah, terutama asal Jawa Timur, meskipun jumlahnya telah menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Tercatat, jamaah haji asal Jawa Timur yang meninggal pada 2025 berjumlah 104 orang, sementara pada 2026 menurun menjadi 65 orang. Mengingat hal tersebut, Kemenhaj berencana memperketat syarat kesehatan bagi calon jamaah haji tahun 2027.

"Tahun depan kami lebih selektif, misalnya yang memiliki indikasi demensia dipotong supaya tidak berangkat, yang (penyakit) ginjal, tuberkulosis (TBC), dan sebagainya kami pastikan tidak bisa berangkat," tegasnya.

Terkini