Proyek PSEL Jadi PSN, Langkah Strategis Atasi Krisis Sampah Nasional

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:34:01 WIB
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir. (Foto: NET)

JAKARTA – Chief Executive Officer (CEO) Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir memandang bahwa keputusan pemerintah menetapkan proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai Program Strategis Nasional (PSN) adalah bukti nyata keseriusan dalam menangani permasalahan sampah yang semakin rumit.

Banyak tempat pembuangan akhir (TPA) di sejumlah wilayah kini mengalami kendala kapasitas, terutama yang masih menerapkan sistem open dumping. Keadaan tersebut tidak hanya memicu polusi lingkungan serta masalah kesehatan, tetapi juga memicu peningkatan emisi gas metana yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah.

"Melalui Denera (PT Daya Energi Bersih Nusantara), kami ingin membantu percepatan realisasi ekosistem Waste-to-Energy yang mampu menjadi bagian dari solusi jangka panjang atas tantangan pengelolaan sampah di Indonesia. Penetapan PSN terhadap tiga lokasi gelombang pertama ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan solusi yang terintegrasi dalam mengatasi krisis sampah. Inisiatif ini mencakup perbaikan sistem pengelolaan sampah, pengurangan ketergantungan pada TPA, hingga optimalisasi pemanfaatan sampah menjadi energi,” ujar Pandu dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).

Sebelumnya, Pandu menyampaikan bahwa Denera memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu perusahaan Waste-to-Energy berskala global.

“Ini bisa jadi katalis yang baik kalau kami bisa masuk di Bursa Efek Indonesia, nanti kami akan apply," kata Pandu.

Status PSN tersebut diberikan lewat Surat Keterangan Proyek Strategis Nasional yang dikeluarkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) di bawah naungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. 

Dokumen tersebut diserahkan kepada setiap Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) yang mengemban tanggung jawab atas eksekusi proyek terkait.

Tiga proyek PSEL yang kini menyandang status PSN antara lain PSEL Kota Bekasi di Jawa Barat yang dikelola Bekasi Environment Nusantara, PSEL Bogor Raya di Jawa Barat yang dikembangkan Nusantara Bogor New Energy, dan PSEL Denpasar Raya di Bali yang dilaksanakan oleh Nusantara Bali New Energy.

Di sisi lain, CEO Denera sekaligus Director Investment DIM Fadli Rahman memaparkan bahwa ketiga BUPP tersebut terbentuk lewat proses seleksi mitra PSEL oleh DIM. 

Masing-masing badan usaha tersebut nantinya memiliki tugas untuk melakukan pengembangan dan implementasi proyek sesuai dengan rencana kerja serta tata kelola yang telah disepakati bersama pemerintah.

Fadli menilai, penetapan PSN ini merupakan momen krusial dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah di tanah air, karena hal tersebut menandakan bahwa pengembangan PSEL kini dianggap sebagai bagian integral dari agenda strategis negara.

"Bagi Denera, status ini tidak hanya mempercepat realisasi di tiga lokasi awal, tetapi juga menjadi pijakan penting bagi pengembangan fasilitas PSEL di lokasi-lokasi berikutnya," tambah Fadli.

Terkini