Mendikdasmen: Beasiswa Rembang Investasi Jangka Panjang

Senin, 06 Juli 2026 | 20:39:31 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. (Foto: NET)

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, atas konsistensinya dalam memperluas jangkauan pendidikan lewat Forum Anak Beasiswa Rembang. 

Langkah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang yang penting bagi pembangunan sumber daya manusia.

Menurut Abdul Mu’ti, inisiatif tersebut selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses layanan pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia tanpa membedakan status ekonomi maupun wilayah asal.

“Forum seperti ini tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para penerima beasiswa. Yang lebih penting, forum ini harus menjadi ruang lahirnya generasi muda yang cerdas, percaya diri, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Ia menilai wadah tersebut menjadi bukti nyata bahwa komitmen pemerintah daerah sanggup membuka jalan bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih cerah lewat jalur pendidikan.

Bagi Abdul Mu’ti, beasiswa bukan sekadar bantuan dana pendidikan. Pengalaman hidupnya sendiri telah membuktikan bahwa kesempatan yang didapat dari beasiswa mampu mengubah garis hidup seseorang.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memperluas akses pendidikan lewat beragam kebijakan afirmatif. 

Program seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, Garuda Transformasi, hingga Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dihadirkan agar peluang untuk maju terbuka bagi semua anak yang punya tekad belajar.

“Kesempatan itu terbuka bagi siapa pun. Percaya dirilah, meskipun berasal dari keluarga sederhana atau tinggal di daerah yang jauh dari pusat kota. Masa depan dibangun dari kesungguhan belajar,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Lebih lanjut, ia mendorong agar program beasiswa di daerah terus dikembangkan dengan menyesuaikan potensi wilayah masing-masing. Di Kabupaten Rembang contohnya, penguatan pendidikan vokasi di sektor kelautan dinilai berpotensi mencetak lulusan yang siap kerja sekaligus mampu membuka lapangan pekerjaan baru.

“Kami harus menguasai teknologi digital karena itu kebutuhan masa depan. Namun yang tidak kalah penting adalah menjaga keadaban digital. Teknologi harus membuat kami semakin beradab, bukan kehilangan nilai-nilai kemanusiaan,” tutur Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Pada saat yang sama, Pembina Forum Anak Beasiswa Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro, memaparkan bahwa program ini telah membantu 494 mahasiswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi sejak tahun 2017. 

Jumlah tersebut mencakup 389 penerima di perguruan tinggi negeri dan 105 penerima di perguruan tinggi swasta yang berada di Kabupaten Rembang.

“Forum Anak Beasiswa Rembang harus terus menunjukkan bahwa keberadaannya membawa manfaat bagi masyarakat. Anak-anak inilah yang kelak menjadi generasi penerus pembangunan Kabupaten Rembang dan Indonesia,” pungkas Hanies.

Terkini