JAKARTA - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, memastikan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan bagi anak-anak serta ibu hamil bakal terus berjalan.
Saat memberikan sambutan dalam agenda Pelantikan dan Pengukuhan DPP, DPD, dan DPC Srikandi Jaga Desa (bagian dari Abpednas) di Jakarta pada Jumat malam, Hashim menekankan bahwa MBG telah menjadi komitmen penuh dari Presiden Prabowo Subianto.
"Saya kira sudah bukan rahasia lagi bahwa pemerintah sudah bertekad untuk melanjutkan program MBG, tidak akan berhenti sampai nanti kami berhasil. Kami berikan makanan yang bergizi untuk semua anak-anak dan ibu-ibu hamil yang perlu makanan bergizi. Itu sudah ada tekad, itu janji kampanye Prabowo Subianto, tidak akan berhenti, akan dilanjutkan," ujarnya.
Hashim mengungkapkan, program MBG sebenarnya sudah menjadi gagasan Presiden Prabowo sejak kisaran tahun 2006 silam. Ia menyebutkan bahwa Prabowo memiliki impian besar untuk memulihkan kualitas kesehatan anak-anak di Indonesia yang mengalami kendala tengkes atau stunting.
Berdasarkan penuturan Hashim, program tersebut telah direncanakan oleh Prabowo jauh sebelum ia memenangkan pemilihan Presiden.
"Ini suatu janji kampanye Prabowo Subianto sejak tahun 2009, waktu dia masih calon wakil presiden, dilanjutkan tahun 2014 calon presiden, dilanjutkan 2019, dan dilanjutkan 2024. Itu janji kampanye Prabowo Subianto bahwa anak-anak di Indonesia semuanya yang menghendaki akan dapat makanan bergizi gratis, supaya kondisi yang sangat-sangat berat, yaitu stunting bisa kami tanggulangi," tuturnya.
Kendati demikian, Hashim tidak memungkiri munculnya indikasi penyimpangan dalam menjalankan program nasional tersebut. Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada kementerian maupun lembaga yang berwenang, termasuk seluruh jajaran Srikandi Jaga Desa, untuk ikut mengawasi jalannya program MBG di lapangan.
"Program-program dengan tujuan mulia, tapi kalau pelaksanaannya implementasinya itu tidak diawasi dan dibina dengan baik, kami sudah lihat hasilnya bagaimana, ya," kata Hashim.