Xiaomi Pastikan Mobil Listriknya Bakal Masuk Indonesia

Xiaomi Pastikan Mobil Listriknya Bakal Masuk Indonesia

LANSKAPFINANSIAL.COM — Xiaomi menegaskan komitmennya membawa kendaraan listrik ke pasar Indonesia, meski peluncuran globalnya baru dimulai di Jerman pada 2027. Country Director Xiaomi Indonesia Michael Feng menyatakan perseroan sudah menandatangani nota kesepahaman dengan delapan grup dealer otomotif Jerman di ajang IFA Berlin 2026 sebagai langkah awal ekspansi Eropa.

Xiaomi memastikan bakal merilis kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Country Director Xiaomi Indonesia, Michael Feng, di sela acara konferensi pers peluncuran Redmi Note 17 Series, Rabu (15/9/2026).

"100% kami akan membawa mobil ini ke pasar Indonesia, tetapi, kita juga harus menunggu," kata Feng dalam acara tersebut.

Pernyataan itu menegaskan posisi Indonesia dalam peta ekspansi otomotif Xiaomi. Meski begitu, peluncuran mobil listrik Xiaomi di Tanah Air belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena perusahaan masih fokus menyelesaikan tahap awal masuknya ke pasar Eropa.

Jerman Jadi Pintu Masuk Eropa

Xiaomi Auto menandatangani nota kesepahaman dengan delapan grup dealer otomotif Jerman di ajang IFA Berlin 2026. Kerja sama itu disiapkan untuk membangun jaringan penjualan sekaligus layanan purnajual sebelum mobil listrik Xiaomi mulai dipasarkan di Eropa.

Langkah tersebut menjadi fondasi penting bagi Xiaomi. Perusahaan tidak hanya menjual kendaraan, tetapi juga menyiapkan ekosistem pendukung yang mencakup distribusi, servis, hingga suku cadang.

Pusat Riset di Munich

Sebagai persiapan ekspansi, Xiaomi mendirikan pusat riset dan pengembangan kendaraan listrik di Munich. Fasilitas itu difokuskan untuk mendukung pengembangan kendaraan sekaligus kebutuhan lokal, mulai dari homologasi, logistik, penjualan, sampai layanan purnajual.

Keberadaan pusat riset ini menunjukkan Xiaomi tidak sekadar mengimpor produk jadi. Perusahaan membangun kapabilitas teknis di wilayah tujuan agar kendaraannya sesuai regulasi dan preferensi pasar setempat.

Indonesia Menunggu Giliran

Feng menyebut Indonesia memegang peran strategis bagi Xiaomi di pasar global. Menurutnya, perusahaan sudah memiliki sejumlah peluang penting yang membuat kehadiran mobil listrik di Indonesia tinggal menunggu waktu.

"Kami sudah memiliki beberapa peluang yang sangat penting. Kami sudah menandatangani kontrak dengan IFA di Jerman, akan tetapi di Indonesia kita harus menunggu. Saya pikir kami akan datang segera. Indonesia sangat penting bagi kami di pasar global, maka jangan khawatir," tegasnya.

Pernyataan itu sekaligus menjawab keraguan soal keseriusan Xiaomi menggarap pasar otomotif Indonesia. Sebelumnya, Xiaomi dikenal sebagai produsen smartphone dan perangkat elektronik konsumen, bukan pemain otomotif.

Masuknya Xiaomi ke Pasar EV Indonesia

Rencana Xiaomi masuk ke segmen EV Indonesia bakal menambah ketat persaingan di pasar kendaraan listrik nasional. Pasar tersebut kini diisi sejumlah merek China seperti BYD, Wuling, dan Chery, serta pemain global seperti Hyundai dan Tesla.

Xiaomi belum mengungkap jadwal resmi peluncuran mobil listriknya di Indonesia. Perusahaan juga belum menyebut model apa yang akan dibawa maupun kisaran harganya di pasar lokal.

Yang jelas, Xiaomi sudah menegaskan Indonesia masuk dalam daftar prioritas ekspansi otomotifnya. Setelah Jerman pada 2027, pasar Asia Tenggara termasuk Indonesia menjadi target berikutnya yang akan digarap perusahaan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index