LANSKAPFINANSIAL.COM — PT Victoria Care Indonesia Tbk. (VICI) menegosiasikan akuisisi merek Secret Garden yang saat ini sudah diproduksi perseroan, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan anorganik untuk masuk ke segmen middle to high. Langkah akuisisi itu disebut manajemen dapat mempercepat ekspansi pasar ketimbang membangun merek baru dari nol. Perseroan juga menyiapkan belanja modal Rp20 miliar–Rp30 miliar pada 2026 untuk modernisasi aset produksi.
Direktur VICI Erwan Irawan Noer menyampaikan penjajakan akuisisi itu dalam paparan publik. Sejumlah merek masih dalam pembahasan, namun Secret Garden disebut sebagai kandidat yang paling dekat karena masih berada dalam grup usaha perseroan.
Merek wellness dan personal care tersebut telah diproduksi VICI. Erwan menilai kehadirannya cukup kuat di kanal ritel, sehingga berpotensi mendukung perluasan pasar premium yang tidak sensitif terhadap harga.
Mengapa Secret Garden Jadi Kandidat Terdekat
Secret Garden berada di dalam ekosistem grup usaha VICI. Posisi itu membuat proses akuisisi lebih ringkas dibanding membeli merek dari pihak ketiga yang butuh due diligence panjang.
Erwan menegaskan merek yang dibidik harus memberi margin lebih tebal. Selain kekuatan di ritel, VICI juga mengarahkan sejumlah merek yang punya kekuatan di kanal online.
"Jadi memang ada brand yang akan memberikan profitabilitas margin yang lebih tinggi. Di samping itu, kita juga mengarahkan beberapa brand yang memang punya kekuatan di online maupun di sektor retail," terangnya.
Tiga Fokus Pertumbuhan di Luar Aksi Korporasi
VICI menyiapkan tiga fokus utama untuk menopang kinerja. Pertama, memperkuat keberadaan produk di pasar domestik lewat optimalisasi kanal modern trade.
Strategi itu dijalankan dengan menambah jumlah unit stok (SKU) per outlet, memperbaiki kualitas penempatan produk, aktivasi di dalam toko, serta menjaga ketersediaan barang di pasaran.
Kedua, perseroan menjaga stabilitas melalui peningkatan efisiensi proses dan pengendalian biaya berkelanjutan. VICI mengupayakan pertumbuhan biaya operasional lebih rendah dibanding pertumbuhan pendapatan secara konsisten.
Ketiga, memperkuat strategi portofolio multimerek dan inovasi berkelanjutan. Diversifikasi ini untuk menjaga berbagai segmen konsumen tanpa menghilangkan fokus dan relevansi masing-masing merek.
Pengembangan formula, reformulasi, dan peluncuran varian baru akan terus dilakukan mengikuti perubahan perilaku konsumen.
Belanja Modal 2026 untuk Modernisasi Produksi
VICI menganggarkan belanja modal atau capital expenditure sekitar Rp20 miliar hingga Rp30 miliar pada 2026. Capex diarahkan untuk modernisasi sejumlah aset dan peralatan produksi.
Investasi tersebut ditujukan meningkatkan efisiensi proses produksi dan memperkuat operasional perseroan. Dengan begitu, kapasitas produksi diharapkan lebih siap menampung portofolio merek yang terus bertambah.
Apa Artinya bagi Pemegang Saham VICI
Akuisisi merek di segmen premium berpotensi mendongkrak margin laba jika integrasi berjalan mulus. Namun, manajemen belum mengungkap nilai transaksi maupun tenggat penutupan kesepakatan.
Pasar akan mencermati realisasi capex dan dampaknya ke pertumbuhan pendapatan. Strategi multimerek juga menuntut disiplin biaya agar target efisiensi tidak tergerus biaya promosi merek baru.