Bank Dunia: PDB per Kapita Riil RI Tumbuh 210 Persen, Peringkat 24 Dunia

Bank Dunia: PDB per Kapita Riil RI Tumbuh 210 Persen, Peringkat 24 Dunia
Bank Dunia: PDB per Kapita Riil RI Tumbuh 210 Persen, Peringkat 24 Dunia

LANSKAPFINANSIAL.COM — PDB per kapita riil Indonesia berdasarkan paritas daya beli melesat 210 persen sepanjang 1990-2025, dari sekitar US$4.900 menjadi US$15.100. Capaian itu menempatkan Indonesia di peringkat ke-24 dunia versi Bank Dunia, sekaligus tertinggi di antara negara G20 untuk periode yang sama.

Data Bank Dunia yang diolah dari indikator purchasing power parity (PPP) menunjukkan output ekonomi riil rata-rata per penduduk Indonesia pada 2025 sudah lebih dari tiga kali lipat level 1990. Dengan kurs Rp17.730 per dolar AS, nilai itu setara Rp86,9 juta menjadi Rp267,7 juta per jiwa.

Perhitungan PPP dipakai untuk menetralkan perbedaan inflasi dan daya beli antarnegara, sehingga angka antarnegara bisa dibandingkan lebih adil.

Guyana dan China di Puncak, Asia Dominasi 25 Besar

Guyana memimpin daftar dengan lonjakan 1.549 persen, dari US$5.100 menjadi US$83.700 per kapita. Produksi minyak lepas pantai yang mulai berjalan 2019 dan mencapai sekitar 225 juta barel pada 2024 menjadi pemicu utama, dengan populasi kurang dari 1 juta jiwa membuat efeknya terasa besar.

China menyusul di posisi kedua dengan pertumbuhan 1.404 persen, dari US$1.700 menjadi US$25.100. Ekspansi ekonomi China berlangsung lewat industrialisasi dan perdagangan selama beberapa dekade, dan Bank Dunia mencatat hampir 800 juta orang keluar dari kemiskinan ekstrem di sana.

Negara Asia Lain yang Tumbuh Lebih Cepat dari Indonesia

Sejumlah ekonomi Asia mencatat pertumbuhan PDB per kapita riil yang lebih tinggi dari Indonesia, meski dari basis yang lebih rendah.

  • Vietnam: 526 persen (peringkat 6 dunia)
  • India: 369 persen (peringkat 10)
  • Laos: 342 persen
  • Bangladesh: 319 persen
  • Korea Selatan: 287 persen
  • Sri Lanka: 220 persen

Negara-negara Asia mengisi hampir separuh dari 25 besar negara dengan pertumbuhan PDB per kapita riil tertinggi sepanjang 1990-2025.

Masih di Bawah Rata-rata Dunia dari Sisi Level

Sebagai pembanding, PDB per kapita riil dunia hanya naik 94 persen pada periode yang sama, dari US$11.300 menjadi US$21.900. Artinya, pertumbuhan Indonesia hampir dua kali lipat rata-rata global.

Meski demikian, posisi Indonesia di peringkat 24 bukan berarti pendapatan atau gaji rata-rata masyarakat sudah setara US$15.100 per tahun. Indikator ini mengukur nilai output ekonomi riil per penduduk, bukan take-home pay yang diterima rumah tangga.

Bagi pelaku pasar, data ini memperkuat narasi pertumbuhan kelas menengah jangka panjang yang menjadi dasar investasi di sektor konsumsi, perbankan, dan infrastruktur. Namun ketimpangan distribusi dan kualitas lapangan kerja tetap jadi variabel yang menentukan seberapa besar output itu benar-benar mengalir ke kantong rumah tangga.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index