Fortuner Gagal Nyalip Pikap Kopdes di Blitar, Dua Mobil Ringsek

Fortuner Gagal Nyalip Pikap Kopdes di Blitar, Dua Mobil Ringsek
Fortuner Gagal Nyalip Pikap Kopdes di Blitar, Dua Mobil Ringsek

LANSKAPFINANSIAL.COM — Toyota Fortuner hitam ringsek setelah gagal menyalip pikap Mahindra berkop Koperasi Desa Merah Putih di Jalan Raya Desa Soso, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Pengemudi Fortuner berinisial Y (20) diduga kurang fokus saat hendak mendahului, lalu membanting setir ke kiri ketika ada motor dari arah berlawanan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian sekitar pukul 13.30 WIB tersebut, tetapi bagian depan kedua kendaraan rusak parah.

Kasat Lantas Polres Blitar, AKP Galih Yasir Mubaroq, menyebut kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Menurutnya, penyebabnya adalah kecerobohan pengemudi Fortuner.

Fortuner Terhimpit Antara Pohon dan Pikap

Dalam video yang beredar, Fortuner hitam terhimpit di antara pohon dan pikap Kopdes. Bagian depan bodi Fortuner rusak parah, begitu pula muka pikap Mahindra.

Pengemudi Fortuner berinisial Y (20) disebut kurang fokus saat akan mendahului pikap yang melaju searah di depannya. Ketika hendak menyalip, muncul motor dari arah berlawanan.

"Pengemudi Fortuner ini langsung banting setir ke kiri, dan berbenturan dengan pikap Kopdes tersebut," terang Galih.

Benturan itu membuat kedua kendaraan ringsek, terutama di bagian depan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Mobil SUV Tinggi Rawan Oversteer

Praktisi keselamatan berkendara sekaligus anggota Kebijakan dan Advokasi Berkendara Direktorat Keselamatan Berkendara Ikatan Motor Indonesia (IMI), Erreza Hardian, menyoroti karakter mobil SUV tinggi seperti Fortuner. Menurutnya, mobil berpenggerak roda belakang (RWD) lebih rentan mengalami oversteer.

"Ada risiko terbalik dan over steering karena RWD. Jadi kala mau nyalip (input setir untuk) beloknya dikit, (tapi mobil berbelok) cenderung banyak (oversteer). Niatnya (berbelok) sedikit, tapi karena RWD maka itu mobil cenderung banyak beloknya. Ini jadinya mobil mengendalikan pengemudinya. Harusnya sebaliknya. Simpelnya mudah tergelincir," kata Reza kepada detikOto.

Reza menilai SUV seperti itu lebih ideal memakai penggerak 4WD. Jika unitnya sudah dibekali 4x4, sebaiknya aktifkan mode 4H saat berkendara sedikit agresif atau saat jalan butuh traksi lebih.

Untuk Fortuner 2WD berpenggerak roda belakang, ia menyarankan pengemudi mengendalikan kecepatan agar gejala oversteer tidak muncul.

"Jadi kalau oversteering itu lebih berisiko. Awam akan susah mengoreksinya. Jadi paling benar, SUV 2WD RWD kendalikan kecepatan kalau pengemudi tidak terlatih," saran Reza.

Marka Jalan Jadi Penentu Boleh Tidaknya Menyalip

Insiden ini menegaskan pentingnya membaca marka jalan sebelum mendahului kendaraan lain. Garis utuh di tengah jalan berarti pengemudi dilarang menyalip karena biasanya menandai titik buta atau blindspot.

Menyalip baru diperbolehkan jika marka jalan berupa garis putus-putus. Meski begitu, pengemudi tetap wajib mencermati kendaraan dari arah berlawanan dan memastikan kondisi benar-benar aman.

Yang paling mendasar, keselamatan bersama jadi taruhan saat berada di jalan raya. Menyalip bukan keharusan, dan memaksakan diri ketika situasi tidak memungkinkan hanya akan menempatkan pengguna jalan lain sebagai korban.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index