PEPI Ajukan Naik Eselon II, Siapkan SDM Enjiniring Pertanian

PEPI Ajukan Naik Eselon II, Siapkan SDM Enjiniring Pertanian

LANSKAPFINANSIAL.COM — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) mengajukan peningkatan status kelembagaan dari Eselon III menjadi Eselon II. Langkah itu dinilai penting agar institusi vokasi ini bisa lebih optimal menyiapkan tenaga ahli yang menguasai alat mesin pertanian, mekanisasi, hingga otomasi.

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kebutuhan sektor pertanian terhadap sumber daya manusia yang menguasai teknologi. Pendidikan vokasi pertanian dituntut tidak hanya mencetak lulusan dengan pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan menerapkan teknologi di lapangan.

Mengapa Eselonisasi Jadi Kunci

Direktur PEPI Harmanto menilai penguatan kelembagaan dibutuhkan agar institusinya dapat menjalankan tugas dan fungsi pendidikan vokasi secara lebih optimal. Menurut dia, kebutuhan sektor pertanian terhadap SDM yang menguasai teknologi terus berkembang.

"Kebutuhan sektor pertanian terhadap SDM yang menguasai teknologi terus berkembang. Karena itu, PEPI perlu memperkuat kapasitasnya dalam menyiapkan lulusan yang memahami alat dan mesin pertanian, mekanisasi, otomasi, teknologi, serta berbagai inovasi yang mendukung modernisasi pertanian," kata Harmanto.

Peningkatan eselonisasi dari Eselon III ke Eselon II akan memberi PEPI kewenangan dan ruang fiskal lebih besar. Dengan status itu, institusi bisa membuka program studi baru, menambah laboratorium, hingga menjalin kerja sama industri secara lebih leluasa.

Kompetensi yang Dibutuhkan Sektor Pertanian

PEPI diarahkan menyiapkan tenaga enjiniring pertanian yang memahami alat dan mesin pertanian, mekanisasi, otomasi, serta berbagai inovasi teknologi. Kebutuhan ini sejalan dengan arah modernisasi pertanian nasional yang kian bergantung pada peralatan presisi.

Lulusan yang dibutuhkan bukan sekadar operator. Mereka dituntut mampu merancang, memodifikasi, dan merawat mesin pertanian yang sesuai dengan kondisi lahan di Indonesia.

Keterampilan di bidang otomasi dan teknologi juga makin relevan. Petani dan pelaku usaha tani kini mulai mengadopsi sistem irigasi otomatis, drone pemantau lahan, hingga sensor tanah untuk menekan biaya produksi.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Rencana ke Depan

Audiensi dengan Pemerintah Provinsi Banten menjadi bagian dari upaya mencari dukungan lintas pemangku kepentingan. Sinergi dengan daerah diperlukan untuk menyediakan lahan praktik, fasilitas pelatihan, hingga menyerap lulusan di sektor pertanian setempat.

Jika usulan eselonisasi disetujui, PEPI berpeluang mempercepat pengembangan kurikulum berbasis teknologi. Institusi ini juga bisa memperluas kerja sama dengan balai penelitian, produsen alat mesin pertanian, dan pemerintah kabupaten/kota.

Peningkatan status kelembagaan itu pada akhirnya bermuara pada satu hal: kesiapan SDM enjiniring pertanian menghadapi modernisasi sektor pangan. Bagi industri, ketersediaan tenaga teknis yang terampil menjadi prasyarat agar adopsi teknologi di lahan petani tidak berhenti di tahap uji coba.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index