LANSKAPFINANSIAL.COM — Sirkuit Pertamina Mandalika mengejar homologasi FIM Grade A pada 8 Oktober 2026 dengan progres civil works baru 90 persen. Persiapan MotoGP Mandalika 9-11 Oktober itu menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja lokal dan 213 UMKM.
ITDC bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), InJourney, dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menuntaskan pengecekan langsung lintasan pada Kamis, 17 September. Pengecekan itu bagian dari Forum Diskusi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang membahas kesiapan sirkuit, transportasi, keamanan, kesehatan, akomodasi, sampai pariwisata.
Waktu tersisa sekitar tiga pekan menuju race week. Homologasi FIM Grade A dijadwalkan 8 Oktober 2026, sementara balapan berlangsung 9-11 Oktober.
Progres Lintasan Baru 90 Persen
Dari sisi konstruksi, civil works tercatat 90 persen dan backbone 80 persen. Pengecatan lintasan serta sistem elektronik balap masing-masing baru 60 persen.
Beberapa pekerjaan sudah rampung penuh. Kelistrikan, proteksi kebakaran, penyimpanan sirkuit, dan common garage dilaporkan mencapai 100 persen.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang juga Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyebut tahap ini sebagai fase eksekusi. Menurut dia, setiap pekerjaan harus tuntas sesuai target dan tiap isu punya penanggung jawab jelas.
"Kita sudah memasuki fase eksekusi. Kita tidak hanya melihat kesiapan melalui laporan, tetapi juga memastikan langsung kondisi di lapangan," kata Troy dalam keterangan resmi.
Direktur Utama MGPA Ananda Mikola menegaskan keselamatan tetap prioritas. Pengecekan mencakup perawatan lintasan, fasilitas keselamatan, hingga sistem elektronik balap.
"Target kami bukan hanya memastikan sirkuit siap, tetapi seluruh operasional balap juga siap," ujar Ananda.
Penguatan sistem elektronik dilakukan lewat penyempurnaan light system, lap counter, controller digital flag, video matrix wall, CCTV track, dan perangkat komunikasi.
Serapan Kerja dan UMKM di Lombok
Dampak paling langsung ke warga sekitar datang dari kebutuhan tenaga kerja. Sekitar 3.000 pekerja lokal dilibatkan, termasuk 2.200 volunteer.
Sebanyak 400 marshal disiapkan dan akan dilatih pada 5-8 Oktober 2026. Pelatihan terdiri dari dua hari kelas dan dua hari praktik di lapangan.
Dari sisi usaha, 213 UMKM tercatat ikut terlibat. Mereka berasal dari binaan InJourney Group, Pertamina, Pemprov NTB, Pemkab Lombok Tengah, hingga UMKM komersial.
Direktur Utama InJourney Maya Watono menyebut ajang ini bukan sekadar balapan. Menurut dia, event global ini jadi katalis pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah.
"Ketika kita kehilangan event berskala global, kita berisiko kehilangan momentum pertumbuhan pariwisata, peningkatan ekonomi daerah dan devisa, sekaligus nation branding Indonesia," ujar Maya.
Okupansi Hotel Nyaris Penuh, Tiket Terjual 53 Persen
Permintaan akomodasi melonjak menjelang balapan. Ketua PHRI NTB Ni Ketut Wolini menyebut okupansi hotel di NTB sudah mendekati 100 persen.
"Ini menunjukkan tingginya antusiasme dan permintaan terhadap akomodasi di NTB selama periode penyelenggaraan," kata Ni Ketut Wolini.
Konektivitas ikut ditambah. Pada pekan balapan tercatat ada tambahan 66 penerbangan dari dan ke NTB, hampir semuanya pesawat berbadan besar.
Penjualan tiket baru mencapai 53 persen dari total yang tersedia. Khusus pemegang KTP NTB, 91 persen dari alokasi tahap pertama sebanyak 2.900 tiket sudah terjual, dan tahap kedua segera dibuka.
Untuk mobilitas penonton, 118 shuttle disiapkan selama 9-11 Oktober di dalam kawasan. Pemprov NTB menambah 35 shuttle untuk transportasi luar kawasan.
Keamanan ditangani 170 personel security dan 550 personel crowd control. Layanan medis mencakup heli medis, layanan rujukan, hingga Mini ICU VIP.
Logistik internasional juga mulai bergerak. Dari 27 kontainer sea freight, 13 sudah tiba, sementara lima penerbangan air freight dijadwalkan mendarat 5-6 Oktober 2026.
Rangkaian acara dilengkapi Watch Party pada 4 Oktober, Riders Parade di Mataram, dan Opening Ceremony pada 11 Oktober yang melibatkan budaya serta talenta lokal.