Tanoto Foundation Sebut Penerima Beasiswa TELADAN 27% Lebih Mudah Dapat Kerja

Sabtu, 19 September 2026 | 12:22:00 WIB
Tanoto Foundation Sebut Penerima Beasiswa TELADAN 27% Lebih Mudah Dapat Kerja

LANSKAPFINANSIAL.COM — Penerima beasiswa TELADAN Tanoto Foundation tercatat 27 persen lebih mungkin memperoleh pekerjaan dibanding lulusan lain, menurut studi yang diterbitkan di Journal of Further and Higher Education. Temuan itu sekaligus menunjukkan bahwa kesiapan karier tidak lagi ditentukan semata oleh nilai transkrip, melainkan oleh pengalaman nyata yang dibangun sejak dini.

Tanoto Foundation menilai ada tiga akar persoalan yang membuat jarak antara dunia pendidikan dan dunia kerja makin lebar. Ketiganya teridentifikasi dari pengalaman lembaga tersebut menjalankan program beasiswa TELADAN sejak 2006.

Fondasi akademik tetap penting untuk karier jangka panjang. Namun di ruang kerja, seseorang dituntut mampu menjelaskan gagasan, berkolaborasi dengan beragam karakter, merespons situasi tak pasti, dan mengambil keputusan cepat.

Kemampuan Kerja Terbentuk Lewat Pengalaman, Bukan Hanya Nilai

Keterampilan tersebut tidak muncul begitu saja dari perkuliahan. Tanoto Foundation menyebut kemampuan itu terbentuk bertahap melalui pengerjaan proyek, magang, kegiatan organisasi, keterlibatan komunitas, mentoring, dan refleksi diri.

Kerendahan hati untuk menerima masukan juga masuk dalam daftar faktor pembentuk. Artinya, karyawan yang siap kerja adalah mereka yang sudah terbiasa berhadapan dengan situasi nyata, bukan sekadar menghafal teori.

Akses Pengembangan Diri Tidak Merata Antar Mahasiswa

Persoalan berikutnya adalah ketimpangan kesempatan. Tidak semua mahasiswa punya akses setara untuk memperkaya CV lewat magang, program pertukaran, organisasi ekstrakurikuler, atau membangun jejaring.

Padahal masa kuliah kerap dianggap sebagai waktu paling ideal untuk menumbuhkan pengalaman tersebut. Jejaring profesional dan eksposur ke calon pemberi kerja turut menentukan siapa yang lebih menonjol di antara para lulusan.

Karena itu, mentoring terstruktur, magang, dan eksposur profesional dinilai menjadi kunci memperluas peluang kerja bagi mahasiswa yang aksesnya terbatas.

Mengapa Harus Dimulai Sejak Semester Awal

Memulai lebih awal bukan berarti mahasiswa wajib menyusun rencana karier lima tahun yang kaku. Kuliah justru menjadi periode belajar untuk mengeksplorasi minat, kekuatan, nilai pribadi, dan area yang masih perlu dikembangkan.

Yang paling menentukan adalah kemauan mencoba berbagai jalan, mengambil tanggung jawab baru, dan belajar dari kegagalan. Semakin dini proses itu dimulai, semakin matang hasilnya saat memasuki dunia kerja.

Isi Program Beasiswa TELADAN

Pemikiran itu mendorong Tanoto Foundation menjalankan program beasiswa TELADAN (Teaching Leadership, Advancing the Nation). Penerima beasiswa mendapat dukungan biaya kuliah penuh dan tunjangan hidup bulanan.

Selain itu, para Tanoto Scholars memperoleh pengembangan kepemimpinan terstruktur selama 3,5 tahun, mulai semester dua hingga semester delapan. Pendekatannya mencakup kepemimpinan diri, kepemimpinan kolaboratif, hingga persiapan menuju dunia profesional.

Studi berjudul What Drives Graduate Employability? menemukan kesiapan kerja lulusan lebih banyak dibentuk oleh grit, kemampuan menetapkan tujuan, komunikasi, kolaborasi, dan pengambilan keputusan mandiri. Studi yang sama juga mencatat penerima beasiswa TELADAN dua kali lebih mungkin mengalami mobilitas sosial ke atas.

Mobilitas itu terlihat dari kemampuan mereka menyamai atau melampaui pendapatan orang tua hanya dalam satu tahun pertama bekerja. Ekosistem pendukungnya meliputi Tanoto Scholars Association, inisiatif Pay It Forward, Tanoto Scholars Gathering, kesempatan magang, eksposur global, serta jaringan alumni di dalam dan luar negeri.

Sejak 2006, lebih dari 8 ribu Tanoto Scholars telah didukung di 10 universitas mitra melalui Program TELADAN.

Terkini