Rusia Gelar Pemilu Duma, United Russia Diprediksi Kembali Dominan

Rusia Gelar Pemilu Duma, United Russia Diprediksi Kembali Dominan

LANSKAPFINANSIAL.COM — Rusia menggelar pemilihan umum parlemen selama tiga hari mulai Jumat hingga Minggu untuk memilih 450 anggota Duma Negara, majelis rendah parlemen. Ini menjadi pemilu legislatif pertama sejak invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022. Partai berkuasa United Russia diprediksi kembali menguasai lebih dari dua pertiga kursi, sementara kritikus menilai hasilnya sudah bisa dipastikan karena tidak ada oposisi yang benar-benar bersaing.

Pemungutan suara berlangsung di tengah ekonomi Rusia yang melambat dan serangan drone Ukraina yang menyasar kilang minyak serta gudang penyimpanan jauh dari garis depan. Sebanyak 111 juta pemilih terdaftar, dan pemungutan suara juga digelar di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia. Otoritas Rusia menyebut pemilu ini sebagai kesempatan warga menyuarakan pilihan mereka.

Mekanisme Pemungutan Suara dan Cakupan Pemilu

Warga Rusia tidak hanya memilih anggota Duma. Di 11 region, pemilih memilih gubernur, dan di 39 region lainnya mereka memilih anggota legislatif daerah. Pemungutan suara sengaja diperpanjang menjadi tiga hari guna mendongkrak tingkat partisipasi.

Sistem pemilu Duma membagi 450 kursi menjadi dua jalur. Separuh kursi diperebutkan melalui daftar partai, separuh lainnya lewat pertarungan kursi tunggal. Pemungutan suara elektronik juga diizinkan dalam pemilu kali ini.

Siapa Saja yang Bertarung di Kursi Duma

United Russia, partai penguasa yang dibentuk pada 2001 dari penggabungan partai-partai pendukung Kremlin, kembali menjadi favorit utama. Pada pemilu 2021, partai ini meraih lebih dari dua pertiga kursi Duma. Daftar calon mereka dipimpin tokoh-tokoh berat: Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dan Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin.

Posisi ketiga dalam daftar partai diisi koresponden perang Yevgeny Poddubny, yang pernah terluka parah akibat serangan drone Ukraina. Langkah ini dibaca sebagai upaya menyegarkan citra partai yang selama ini dipandang sebagai kumpulan birokrat. Anggota United Russia berjanji mendukung upaya perang dan tujuan maksimalis Putin dalam apa yang disebut Kremlin sebagai "operasi militer khusus" di Ukraina.

Oposisi Sistemik dan Nasib Partai Antiperang

Sejumlah partai "oposisi sistemik" yang biasanya sejalan dengan pemerintah dalam isu-isu kunci tetap ikut bertarung. Partai liberal Yabloko, satu-satunya partai terdaftar yang menentang perang, awalnya masuk daftar calon. Namun Mahkamah Agung Rusia memerintahkan pencoretan partai itu pada Agustus, dengan alasan antara lain sikap antiperang dianggap setara dengan upaya melanggar integritas wilayah Rusia. Kini Yabloko hanya mengikuti pertarungan kursi tunggal.

Partai Komunis telah menjadi kekuatan utama di Majelis Federal sejak era 1990-an. Selama lebih dari tiga dekade partai ini dipimpin Gennady Zyuganov, 82 tahun, mantan pejabat Soviet. Sepanjang pemerintahan Putin yang berlangsung lebih dari seperempat abad, kaum Komunis mengkritik sebagian kebijakan pemerintah tetapi hati-hati menghindari kritik terhadap Putin. Mereka teguh mendukung perang di Ukraina.

Analis politik dan jurnalis independen Alexander Bratersky mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pertarungan memperebutkan posisi kedua layak dicermati. Jika Partai Komunis meraih posisi kedua, itu "menunjukkan pemilih marah atas kesulitan ekonomi dan penurunan standar hidup".

Partai Kecil dan Sinyal Politik dari Perolehan Suara

Partai Liberal Demokratik, kekuatan ultranasionalis yang sudah hadir di legislatif sejak awal 1990-an, kemungkinan tetap mempertahankan pengaruh di Duma. Seperti kaum Komunis, partai ini kokoh mendukung perang dan membanggakan sejumlah anggota yang merupakan veteran.

Partai A Just Russia yang berdiri 20 tahun lalu bersaing dengan Partai Komunis memperebutkan pemilih usia lanjut dan paruh baya yang merindukan masa Soviet. Partai New People, yang dibentuk menjelang pemilu 2021, memposisikan diri sebagai suara liberal bagi pemilih muda dan teknokrat. Pada 2021 partai ini meraih sedikit di atas 5 persen suara sehingga bisa membentuk faksi kecil.

Bratersky menyebut New People sebagai "partai berhaluan liberal yang didukung sejumlah kalangan Kremlin yang lebih teknokratis dan lebih pro-perdamaian". Menurut dia, partai ini menyasar "audiens kelas menengah", dan setelah Kremlin melarang Yabloko, New People dipandang sebagai penggantinya.

"Jadi, jika mereka finis ketiga dengan perolehan suara bagus, ini tanda bahwa kalangan antiperang memakai mereka sebagai avatar legal," ujar Bratersky.

Mengapa Pemilu Ini Penting bagi Kremlin

Meski terlihat rutin, status pemilu ini sebagai yang pertama sejak invasi skala penuh ke Ukraina membuatnya penting. Bratersky menilai Putin mengaitkan pemilu dengan narasi perang dan stabilitas politik dalam negeri.

Bagi Kremlin, hasil pemilu menjadi alat legitimasi kebijakan perang dan pembuktian bahwa dukungan domestik tetap solid di tengah tekanan sanksi internasional. Sementara bagi para kritikus, tidak adanya oposisi yang benar-benar bersaing membuat hasil pemilu praktis sudah ditentukan jauh sebelum hari pemungutan suara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index