LANSKAPFINANSIAL.COM — Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan lembaga non-government untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang belum seluruhnya tertangani skema pemerintah. Dalam talkshow bersama Indomaret dan BenihBaik.com di Jakarta Utara, Rabu (16/9/2026), ia menyebut bantuan harus diberikan sesuai hasil asesmen lapangan, bukan asumsi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara dalam talkshow "Kebaikan yang Bergerak – Melihat Perjalanan Kebaikan Bersama Indomaret" di Menara Indomaret, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Ia menilai kerja sama lintas pihak menjadi kunci ketika anggaran pemerintah belum cukup menjangkau seluruh kebutuhan warga.
"Ini merupakan kerja sama yang baik antara dunia usaha, lembaga non-government, dan pemerintah. Kita bergandengan tangan untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat sesuai dengan hasil asesmen," kata Gus Ipul dalam acara tersebut.
Bantuan Diarahkan Sesuai Kebutuhan di Lapangan
Gus Ipul menegaskan dukungan tidak boleh seragam untuk semua wilayah. Jika hasil asesmen menemukan kebutuhan sekolah, bantuan diarahkan ke pembangunan atau perbaikan sekolah. Begitu pula ketika warga membutuhkan air bersih atau layanan kesehatan.
"Kalau memang yang dibutuhkan adalah pembangunan sekolah, maka dibantu pembangunan sekolah. Kalau kebutuhan masyarakat adalah air bersih, maka dibantu air bersih. Kalau kebutuhannya layanan kesehatan, maka dibantu sesuai kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Pendekatan itu, menurut Gus Ipul, juga berlaku untuk program Sekolah Rakyat yang menyasar anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Dukungan pendidikan tidak cukup berhenti pada proses belajar, tetapi perlu melihat kondisi anak dan keluarganya secara menyeluruh.
Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Jadi Rujukan Intervensi
Pemerintah terus memutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penyaluran bantuan tepat sasaran. Gus Ipul mengakui masih ada kebutuhan warga yang belum tertangani lewat skema pemerintah, sehingga peran dunia usaha dan masyarakat tetap dibutuhkan.
"Ini contoh bahwa kadang-kadang skema pemerintah belum mencukupi, sehingga membutuhkan kolaborasi," katanya.
Tiga Bidang Program dan Bentuk Dukungan Konkret
Program yang dijalankan bersama BenihBaik.com mencakup tiga bidang. Pendidikan lewat Ruang Harapan, air dan sanitasi lewat Tumbuh Lestari, serta kesehatan lewat Sehat Siaga.
- Renovasi sekolah untuk mendukung akses pendidikan
- Pembangunan sumur bor dan MCK komunal untuk air bersih dan sanitasi
- Pengadaan ambulans dan penguatan fasilitas puskesmas untuk layanan kesehatan
Founder BenihBaik.com Andy F. Noya mengatakan kerja sama lintas pihak diperlukan agar donasi yang dihimpun dikelola tepat dan diterima penerima manfaat. Ia juga menekankan keterbukaan pengelolaan dana, termasuk penggunaan dan siapa yang menerima bantuan.
"Kita ingin memastikan bahwa bantuan itu betul-betul sampai kepada orang yang membutuhkan," ujar Andy.
Donasi Pelanggan Indomaret Berjalan Hampir Dua Dekade
Marcomm Executive Director PT Indomarco Prismatama Bastari Akmal menjelaskan donasi dihimpun melalui partisipasi pelanggan saat bertransaksi di gerai Indomaret. Dana yang terkumpul ditempatkan pada rekening khusus sebelum disalurkan untuk kebutuhan sosial.
"Donasi ini sudah hampir 20 tahun menjadi bagian dari kegiatan sosial Indomaret," kata Bastari.
Gus Ipul mengapresiasi dukungan tersebut dan berharap kerja sama serupa terus dikembangkan dengan menyesuaikan kebutuhan yang ditemukan di masyarakat.
"Kita berharap kolaborasi seperti ini terus dilakukan. Pemerintah tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya.